Diagnosis Kanker Ibarat `Hukuman Mati`

 

 

Trans jakartaHampir setengah dari pasien kanker percaya bahwa mereka akan meninggal akibat penyakit ini meskipun ada kemajuan pesat dalam pengobatan. Senada dengan survei ini, sebuah jajak pendapat di Inggris mengungkapkan, 2 dari 5 orang Inggris mengganggap diagnosis kanker ibarat “hukuman mati”.

“Penelitian ini dilakukan oleh kampanye peduli kanker Lilly PACE di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat,” tulis Daily Mail, hari ini. Sebanyak 4.000 orang dilibatkan, termasuk pasien kanker, perawat pasien, dan masyarakat umum, termasuk 700 warga Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Inggris puas dengan kemajuan terbaru dalam memerangi kanker. Namun, sebanyak 42 persen masih merasa diagnosis kanker adalah hukuman mati .

Pada kenyataannya, sebanyak 56 persen wanita dan 46 persen pria tetap hidup hingga 5 tahun setelah didiagnosis. Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker paru-paru meningkat hingga  persen, pasien kanker payudara meningkat hingga 85 persen, dan pasien kanker testis meningkat hingga 98 persen. Angka-angka ini telah meningkat secara dramatis sejak 1970-an.

Pasien kanker umumnya merasa pesimis dengan aspek-aspek lain dari perawatan kanker. Misalnya, sebanyak 75 persen pasien mengatakan obat-obatan perawatan kanker terlalu lama tersedia. Tdak hanya itu, pasien juga tidak percaya pada perkembangan penelitian mengenai masalah ini sehingga karya-karya inovatif yang dapat mencegah atau mengobati kanker tidaklah berkembang sesuai harapan.

 

Sumber: tempo.co